Capacity to Giving
“Ramadhan Bermartabat dari Anak untuk Ibu”
“Invisible Hunger Project” adalah program Ramadhan berbasis pemberdayaan yang mengubah pendekatan bantuan sosial dari sebatas distribusi menjadi proses transformasi sosial.
Program ini diinisiasi oleh LSM KOMPAS (Koordinat Masyarakat Pejuang Aspirasi) bekerja sama dengan Alumni SMKN 4 Bandung, dengan melibatkan pemuda dari keluarga rentan sebagai aktor utama perubahan.
Melalui pendekatan “capacity to giving”, program ini mendorong peserta untuk tidak hanya menerima manfaat, tetapi juga menjadi pemberi manfaat bagi keluarganya sendiri.
Permasalahan
Di tengah berbagai program bantuan sosial, masih terdapat kelompok yang tidak terjangkau, yaitu keluarga dengan kondisi “invisible poverty”:
- Tidak terdata dalam sistem bantuan formal
- Bergantung pada penghasilan informal yang tidak stabil
- Memiliki kerentanan ekonomi namun tidak terlihat
Sebagian besar keluarga tersebut memiliki ibu sebagai tulang punggung keluarga, dengan dukungan ekonomi yang terbatas.
Di sisi lain, pemuda dari keluarga ini sering diposisikan sebagai penerima bantuan, bukan sebagai agen perubahan.
Solusi yang Ditawarkan
Program ini menghadirkan pendekatan baru:
Capacity → Giving
Peserta yang sedang menjalani peningkatan kapasitas (pelatihan ERP Odoo) diberikan amanah untuk menyalurkan bantuan kepada keluarganya sendiri.
Pendekatan utama:
- Invisible Giving: Bantuan diberikan tanpa memperlihatkan bahwa itu berasal dari program
- Dignity-Based Approach: Menjaga martabat penerima tanpa eksposur
- Youth as Givers: Mengubah pemuda dari penerima menjadi pemberi
Dengan pendekatan ini, bantuan tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga membangun nilai empati, kemandirian, dan tanggung jawab sosial.
Cakupan Program
- Keluarga penerima manfaat tepat sasaran
- Fokus pada keluarga peserta Nadhlah Fellowship
- Mayoritas keluarga dengan ibu sebagai kepala keluarga
Setiap keluarga menerima paket Ramadhan dengan jumlah tertentu yang terdiri dari kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar selama Ramadhan.
Program ini dirancang sebagai model intervensi sosial berbasis komunitas yang dapat direplikasi dan diperluas.
Dampak yang Dihasilkan
Dampak Langsung
- Pemenuhan kebutuhan pangan bagi 100 keluarga
- Dukungan bagi keluarga rentan yang tidak terjangkau bantuan formal
Dampak Sosial
- Penguatan relasi emosional antara anak dan orang tua
- Peningkatan kepercayaan diri dan empati peserta
Dampak Jangka Panjang
- Transformasi peran: dari penerima menjadi pemberi
- Pembentukan agen perubahan di tingkat keluarga dan komunitas
- Model pemberdayaan yang dapat direplikasi
Relevansi dengan ESG & SROI
Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap aspek ESG, khususnya pada dimensi sosial:
- Social Impact : dukungan terhadap keluarga rentan
- Human Capital Development : peningkatan kapasitas pemuda
- Community Engagement : pemberdayaan berbasis keluarga
Dari perspektif Social Return on Investment (SROI), setiap kontribusi menghasilkan dampak berlapis:
- Manfaat ekonomi (pemenuhan kebutuhan dasar)
- Manfaat sosial (penguatan relasi keluarga)
- Manfaat psikologis (harga diri dan empati)
Sehingga nilai dampak yang dihasilkan melampaui nilai finansial yang diberikan.