Zero Waste Academy SMKN 4 Bandung

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU BERBASIS EKONOMI SIRKULAR
DI SMKN 4 BANDUNG

Sampah menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca signifikan, terutama metana (CH₄) dari sampah organik yang membusuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Kota Bandung, sebagai kota metropolitan, menghasilkan ribuan ton sampah setiap hari, dan sebagian besar berasal dari sektor rumah tangga dan institusi pendidikan. SMKN 4 Bandung, sebagai salah satu sekolah vokasi terbesar, memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Program FOLU Net Sink 2030 menargetkan penurunan emisi GRK melalui pengelolaan hutan dan lahan, namun kontribusi sektor pengelolaan sampah juga sangat penting. Dengan mengedukasi generasi muda tentang pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, kita dapat menciptakan kebiasaan ramah lingkungan yang berdampak jangka panjang.

Kegiatan ini terintegrasi dalam program Nadhlah Fellowship, kerja sama antara Ikatan Keluarga Alumni SMKN 4 Bandung dengan Koordinat Masyarakat Pejuang Aspirasi (LSm KOMPAS) dengan pengalaman melalui program unggulan SWEAPING (Swadaya, Edukasi, Aksi Peduli Lingkungan), telah membuktikan keberhasilannya dalam mengelola sampah dan restorasi DAS Citarum. Pada tahun 2025, program "Hulu Jaga Hilir" berhasil mengangkat 6,5 ton sampah dari 6 titik sungai, menanam 400 pohon, dan melibatkan 170 relawan. Pengalaman ini menjadi modal kuat untuk mengimplementasikan program serupa di lingkungan sekolah.

Mari bersama wujudkan SMKN 4 Bandung sebagai sekolah zero waste pertama di Jawa Barat! Bisa Sadaya, Zero Waste Sadaya!


Disclaimer:

Program ini sedang dalam tahap pengajuan ke Small Grant Programme BPDLH

Tujuan Umum

Meningkatkan kapasitas generasi muda dalam pengelolaan sampah berkelanjutan untuk mendukung target FOLU Net Sink 2030 melalui pengurangan emisi metana dan penciptaan nilai ekonomi sirkular.


Tujuan Khusus

  1. Melatih 100 warga SMKN 4 Bandung (90 siswa, 4 guru, 6 alumni) tentang teknik pemilahan, pengomposan, dan daur ulang sampah.
  2. Menghasilkan produk bernilai ekonomi (kompos, pupuk cair, ecobrick, kerajinan daur ulang) yang dikelola oleh siswa.
  3. Membentuk Zero Waste Squad sebagai organisasi resmi sekolah yang bertugas menjaga keberlanjutan program.
  4. Mengintegrasikan kegiatan dengan program SERASI sehingga menjadi budaya sekolah.
  5. Menciptakan skema pendanaan mandiri pasca hibah melalui donasi alumni dan unit usaha IKA untuk mendukung beasiswa siswa kurang mampu.


Peran IKA SMKN 4 Bandung

IKA SMKN 4 memiliki struktur lengkap (6 Rumah Program) yang akan mendukung:

  1. Rumah Program Asih (Achmad Hernawan): pembinaan lingkungan.
  2. Rumah Program Abadi (Achmad T. Zaini): penggalangan dana abadi untuk beasiswa.
  3. Rumah Program Daya (Irma, Dhian & Jojon): pelatihan serta monitoring dan evaluasi
  4. Rumah Program Yasa (Gilang Putra Yadi): pengembangan produk dan teknologi tepat guna.
  5. Rumah Progaram Andil (M. Yusuf): penggembangan ekonomi