Qardhul Hasan
Bagian dari Program Nadhlah Fellowship
Ikatan Keluarga Alumni SMKN 4 Bandung
Kabinet Bisa Sadaya
Qardhul Hasan merupakan salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi dalam Program Nadhlah Fellowship, program unggulan Ikatan Keluarga Alumni SMKN 4 Bandung di bawah kepemimpinan Kabinet Bisa Sadaya.
Program ini dirancang sebagai skema pinjaman kebajikan berbasis prinsip ekonomi syariah, di mana penerima manfaat hanya berkewajiban mengembalikan pokok pinjaman tanpa bunga, tanpa tambahan, dan tanpa praktik riba.
Melalui pendekatan ini, IKA SMKN 4 Bandung menghadirkan solusi nyata untuk mendukung kemandirian ekonomi keluarga alumni, siswa, dan masyarakat sekitar secara berkelanjutan.
Terintegrasi dalam Nadhlah Fellowship
Nadhlah Fellowship bukan sekadar bantuan sosial, tetapi program pembinaan dan pemberdayaan yang menyasar:
- Siswa/i dari keluarga prasejahtera
- Orang tua siswa (terutama ibu sebagai penggerak ekonomi keluarga)
- Alumni yang sedang merintis usaha
- Keluarga dengan keterbatasan akses permodalan
Dalam ekosistem tersebut, Qardhul Hasan menjadi instrumen strategis untuk:
- Modal usaha mikro dan ultra mikro
- Penguatan ekonomi keluarga DTKS desil 1–4
- Dana talang kebutuhan mendesak keperluan sekolah siswa/i SMKN 4 Bandung
- Stimulus usaha produktif berbasis komunitas
Dana yang kembali akan digulirkan kembali kepada penerima berikutnya, sehingga satu kebaikan melahirkan banyak kebermanfaatan.
Prinsip Pengelolaan
Sebagai program unggulan Kabinet Bisa Sadaya, Qardhul Hasan dijalankan dengan prinsip:
1. Amanah – Dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.
2. Transparan – Proses seleksi dan pelaporan dilakukan secara terbuka.
3. Berkelanjutan – Sistem dana bergulir untuk memperluas manfaat.
4. Pemberdayaan – Disertai pembinaan dan pendampingan usaha.
5. Berorientasi Maslahah – Mengutamakan kebermanfaatan umat.
Dukungan Permodalan
Permodalan program Qardhul Hasan dalam Nadhlah Fellowship didukung oleh Koordinat Masyarakat Pejuang Aspirasi (Kompas) sebagai penyedia dana talang strategis tanpa bunga yang dikhususkan untuk pemberdayaan masyarakat dengan durasi pinjaman satu tahun.
Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi untuk:
- Memperkuat kelembagaan IKA
- Mendukung kemajuan organisasi secara berkelanjutan
- Menghadirkan manfaat nyata bagi umat
- Mendorong model pembiayaan sosial yang amanah dan profesional
Dengan dukungan ini, program tidak hanya bersifat insidental, tetapi dirancang memiliki daya tahan dan dampak jangka panjang.
Dampak yang Diharapkan
Melalui Qardhul Hasan dalam Nadhlah Fellowship, kami menargetkan:
- Lahirnya keluarga alumni yang mandiri secara ekonomi
- Penguatan peran ibu sebagai penggerak ekonomi rumah tangga
- Tumbuhnya wirausaha baru dari komunitas sekolah
- Berkurangnya ketergantungan pada pinjaman berbunga tinggi
- Terbangunnya ekosistem solidaritas berbasis nilai syariah
Program ini bukan sekadar pembiayaan, melainkan gerakan kolektif membangun kemandirian, martabat, dan harapan.
Komitmen Kabinet Bisa Sadaya
Kabinet Bisa Sadaya meyakini bahwa alumni bukan hanya jejaring nostalgia, tetapi kekuatan perubahan. Qardhul Hasan menjadi salah satu instrumen nyata untuk menghadirkan transformasi sosial berbasis komunitas.
Dengan semangat “Bisa Sadaya” - mampu melakukan segala hal dalam kebaikan - program ini diharapkan menjadi model pembiayaan sosial alumni yang inspiratif, profesional, dan berdampak luas.